Konsep Pembelajaran Berbasis WEB
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan "web based learning" merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning). Himpunan Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan (The American Society for training and Development/ ASTD) (2009), mengemukakan definisi e-learning sebagai berikut : "E-learning is a broad set of applications and processes which include web-based-learning, computer-based-learning, virtual and digital classrooms. Much of this delivered via the internet, intranets, audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The definition of e-learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronic means communication, education, and training". Definisi tersebut menyatakan bahwa e-learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual (virtual classrooms), dan atau kelas digital (digital classrooms). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif serta CD-Rom. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-learning itu bisa bervariasi tergantug dari penyelanggara kegiatan e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya. Definisi ini juga menyiratkan simpulan yang menyatakan bahwa e-leraning pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi pendidikan dan pelatihan secara elektronik. E-leraning tidak sama dengan pemebelajaran konvensional. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut : Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu. Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning). Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi. Keempat karakteristik di atas merupakan hal yang membedakan e-learning dari kegiatan pembelajaran secara konvensional. Dalam e-learning, daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak lagi tergantung pada instruktur/ guru, karena siswa mengkonstruk sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan-bahan ajar yang disampaikan melalui interfaces situs web. Dalam e-learning pula, sumber ilmu pengetahuan tersebar dimana-mana serta dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan sifat media internet yang mengglobal dan bisa diakses oleh siapapun yang terkoneksi didalamnya. Terakhir, dalam e-learning pengajar/lembaga pendidikan berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan. E-learning adalah segala aktivitas belajar yang menggunakan bantuan teknologi elektronik. E-learning juga dapat diaplikasikan dalam pendidikan konvensional dan pendidikan jarak jauh. Web-based learning, merupakan salah satu bentuk e-learning yang materi maupun cara penyampaiannya (delivery method) melalui internet (web). Berikut adalah beberapa definisi pembelajaran berbasis web: Any learning experience or enviroment that relies upon the internet/ world wide web as the primary delivery mode of communication and presentation (http://www.usd.edu). Menyatakan bahwa setiap pengalaman atau lingkungan belajar yang bertumpu kepada internet/ worl wide web sebagai saran penyampaian komunikasi dan presentasi. E-learning specifically over the internet as opposed to other networks (http://www.onlinedegreezone.com). Bahwa e-learning melalui internet dibandingkan jaringan lainnya. Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis web adalah sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajarna. Web dapat menciptakan sebuah lingkungan belajar maya (Virtual Learning Environment). Lingkungan belajar yang disediakan oleh web dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang dapat kita kombinasikan penggunaannya untuk mendukung proses pembelajaran, antara lain forum diskusi, chat, penilaian online, dan sistem administrasi. Lingkungan belajar maya yang disediakan oleh web berfungsi sebagaimana lingkungan belajar konvensional yang dapat menyampaikan informasi kepada pembelajar. Salah satu nilai penting dari penggunaan web sebagai media web dilengkapi demgam hyperlink yang memungkinkan untuk mengakses informasi secara acak (non linear) yang berdampak pada kecepatan kita untuk memperoleh informasi yang ada di dalam web. Kelebihan Pembelajaran Berbasis WEB Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karaktristik dan langkahnya dirinya sendiri karen apembelajaran berbasis web membuat pembela-jaran menjadi bersifat individual. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar. Dapat mendorong pebelajar lebih aktif dan mandiri di dalam belajar. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pemeblajaran. Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Isi materi pelajaran dapat di-update dengan mudah. Kekurangan Pembelajaran Berbasis WEB Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung paa kemandirian dan motivasi pembelajar. Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.
Lahir : Sleman 18 Oktober 1999 Tempat Tinggal : Karangjati MT 1 RT 17 RW 41 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta Youtube Channel : Somasta Kharisma Jati
Rabu, 07 Februari 2018
Rabu, 05 Juli 2017
Argo Wilis Ngotak
Salam Semboyan Satoe kali ini saya mau membagikan pengalaman saya yaitu mendapatkan Momen Kereta Api Argo Wilis Ngotak alias Pakai Loko CC 201 mari simak saja.
Waktu itu UTS saya merasa sangat kecewa ketinggalan momen KA 6 Argo Wilis yang kemarin ngotak, lalu sehabis UTS saya berencana mendapatkan momen itu dan akhirnya saya pun setelah selesai mengerjakan soal UTS langsung tancap gas menuju PJL 3A 3B lalu saya pun menunggu dan sembari mencari info dari teman-teman dan benar KA 5 Argo Wilis memakai Lokomotif CC 201 yaitu CC 201 34 YK (CC 201 78 04) YK, semakin siang semakin panas tapi Argo Wilis belum datang saya pun berbincang-bincang dengan teman-teman melalui "Walkie Talkie Online" dan akhirnya dikabari bahawa KA 5 baru lepas Stasiun Klaten kemudian saya pun menunggu selama 10 menitan dan akhirnya yang saya tunggu keluar juga yaitu CC 201 34 YK yang membawa KA 5 Argo Wilis mulai menampakkan dirinya dan mulai mendekati Stasiun Yogyakarta, dan akhirnyaa saya mendapatkan momen ini, momen yang sebenarnya 5 tahun lalu terjadi namun terulang kembali Tahun 2017 ini, baru bisa terulang akibat Loko CC 206 Aslinya mengalami Trouble pada GPSnya sehingga di Kutoarjo diganti oleh Loko Pengganti yaitu CC 201 34 YK.
Waktu itu UTS saya merasa sangat kecewa ketinggalan momen KA 6 Argo Wilis yang kemarin ngotak, lalu sehabis UTS saya berencana mendapatkan momen itu dan akhirnya saya pun setelah selesai mengerjakan soal UTS langsung tancap gas menuju PJL 3A 3B lalu saya pun menunggu dan sembari mencari info dari teman-teman dan benar KA 5 Argo Wilis memakai Lokomotif CC 201 yaitu CC 201 34 YK (CC 201 78 04) YK, semakin siang semakin panas tapi Argo Wilis belum datang saya pun berbincang-bincang dengan teman-teman melalui "Walkie Talkie Online" dan akhirnya dikabari bahawa KA 5 baru lepas Stasiun Klaten kemudian saya pun menunggu selama 10 menitan dan akhirnya yang saya tunggu keluar juga yaitu CC 201 34 YK yang membawa KA 5 Argo Wilis mulai menampakkan dirinya dan mulai mendekati Stasiun Yogyakarta, dan akhirnyaa saya mendapatkan momen ini, momen yang sebenarnya 5 tahun lalu terjadi namun terulang kembali Tahun 2017 ini, baru bisa terulang akibat Loko CC 206 Aslinya mengalami Trouble pada GPSnya sehingga di Kutoarjo diganti oleh Loko Pengganti yaitu CC 201 34 YK.
KA 5 Argo Wilis ditarik CC 201 34 YK persiapan masuk Yogyakarta
CC 201 34 (CC 201 78 04) YK Loko Penarik KA 5 Argo Wilis
Demikian artikel dan posting dari saya ini ya guyss, semoga bermanfaat, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Senin, 26 Juni 2017
Alokasi CC 201 pada Tahun 2017
Salam Semboyan Satoe dan Salam Railfans Indonesia kali ini saya akan memberitahukan Alokasi Lokomotif CC 201 pada Tahun 2017 ini.
Alokasi Lokomotif CC 201
Dipo Induk Lokomotif Tahun 2017
Dipo Induk Lokomotif Tahun 2017
Jatinegara (JNG) :
CC 201 29 (CC 201 78 01)
CC 201 38 (CC 201 78 06)
CC 201 39 (CC 201 83 01)
CC 201 68 (CC 201 83 30)
CC 201 102 (CC 201 92 12)
CC 201 103 (CC 201 92 13)
CC 201 104 (CC 201 92 14)
CC 201 105 (CC 201 92 15)
CC 201 106 (CC 201 92 16)
CC 201 107 (CC 201 92 17)
CC 201 108 (CC 201 92 18)
CC 201 109 (CC 201 92 19)
CC 201 110 (CC 201 92 20)
CC 201 38 (CC 201 78 06)
CC 201 39 (CC 201 83 01)
CC 201 68 (CC 201 83 30)
CC 201 102 (CC 201 92 12)
CC 201 103 (CC 201 92 13)
CC 201 104 (CC 201 92 14)
CC 201 105 (CC 201 92 15)
CC 201 106 (CC 201 92 16)
CC 201 107 (CC 201 92 17)
CC 201 108 (CC 201 92 18)
CC 201 109 (CC 201 92 19)
CC 201 110 (CC 201 92 20)
Tanah Abang (THB) :
Bandung (BD) :
CC 201 28 (CC 201 77 23)
CC 201 93 (CC 201 92 03)
CC 201 94 (CC 201 92 04)
CC 201 95 (CC 201 92 05)
CC 201 97 (CC 201 92 07)
CC 201 99 (CC 201 92 09)
CC 201 100 (CC 201 92 10)
CC 201 93 (CC 201 92 03)
CC 201 94 (CC 201 92 04)
CC 201 95 (CC 201 92 05)
CC 201 97 (CC 201 92 07)
CC 201 99 (CC 201 92 09)
CC 201 100 (CC 201 92 10)
Cirebon (CN) :
CC 201 22 (CC 201 77 17)
CC 201 23 (CC 201 77 18)
CC 201 24 (CC 201 77 19)
CC 201 25 (CC 201 77 20)
CC 201 26R (CC 201 77 21)
CC 201 27 (CC 201 77 22)
CC 201 23 (CC 201 77 18)
CC 201 24 (CC 201 77 19)
CC 201 25 (CC 201 77 20)
CC 201 26R (CC 201 77 21)
CC 201 27 (CC 201 77 22)
Semarang Poncol (SMC) :
CC 201 67 (CC 201 83 29)
CC 201 69 (CC 201 83 31)
CC 201 71 (CC 201 83 33)
CC 201 72 (CC 201 83 34)
CC 201 142R (CC 201 04 05)
CC 201 143R (CC 201 04 06)
CC 201 144R (CC 201 04 07)
CC 201 69 (CC 201 83 31)
CC 201 71 (CC 201 83 33)
CC 201 72 (CC 201 83 34)
CC 201 142R (CC 201 04 05)
CC 201 143R (CC 201 04 06)
CC 201 144R (CC 201 04 07)
Purwokerto (PWT) :
CC 201 51 (CC 201 83 13)
CC 201 52 (CC 201 83 14)
CC 201 53 (CC 201 83 15)
CC 201 54 (CC 201 83 16)
CC 201 55 (CC 201 83 17)
CC 201 56 (CC 201 83 18)
CC 201 57 (CC 201 83 19)
CC 201 58 (CC 201 83 20)
CC 201 59 (CC 201 83 21)
CC 201 60 (CC 201 83 22)
CC 201 61 (CC 201 83 23)
CC 201 62 (CC 201 83 24)
CC 201 63 (CC 201 83 25)
CC 201 64 (CC 201 83 26)
CC 201 65 (CC 201 83 27)
CC 201 52 (CC 201 83 14)
CC 201 53 (CC 201 83 15)
CC 201 54 (CC 201 83 16)
CC 201 55 (CC 201 83 17)
CC 201 56 (CC 201 83 18)
CC 201 57 (CC 201 83 19)
CC 201 58 (CC 201 83 20)
CC 201 59 (CC 201 83 21)
CC 201 60 (CC 201 83 22)
CC 201 61 (CC 201 83 23)
CC 201 62 (CC 201 83 24)
CC 201 63 (CC 201 83 25)
CC 201 64 (CC 201 83 26)
CC 201 65 (CC 201 83 27)
Yogyakarta (YK) :
CC 201 30 (CC 201 78 02)
CC 201 31 (CC 201 78 03)
CC 201 34 (CC 201 78 04)
CC 201 36 (CC 201 78 05)
CC 201 40 (CC 201 83 02)
CC 201 41 (CC 201 83 03)
CC 201 42 (CC 201 83 04)
CC 201 43 (CC 201 83 05)
CC 201 44 (CC 201 83 06)
CC 201 45 (CC 201 83 07)
CC 201 31 (CC 201 78 03)
CC 201 34 (CC 201 78 04)
CC 201 36 (CC 201 78 05)
CC 201 40 (CC 201 83 02)
CC 201 41 (CC 201 83 03)
CC 201 42 (CC 201 83 04)
CC 201 43 (CC 201 83 05)
CC 201 44 (CC 201 83 06)
CC 201 45 (CC 201 83 07)
Madiun (MN) :
CC 201 77R (CC 201 89 05)
CC 201 78R (CC 201 89 06)
CC 201 79R (CC 201 89 07)
CC 201 80 (CC 201 89 08)
CC 201 81R (CC 201 89 09)
CC 201 78R (CC 201 89 06)
CC 201 79R (CC 201 89 07)
CC 201 80 (CC 201 89 08)
CC 201 81R (CC 201 89 09)
Sidotopo, Surabaya (SDT) :
CC 201 01R (CC 201 77 01R)
CC 201 02 (CC 201 77 02)
CC 201 04 (CC 201 77 03)
CC 201 07 (CC 201 77 05)
CC 201 08 (CC 201 77 06)
CC 201 09 (CC 201 77 07)
CC 201 13 (CC 201 77 09)
CC 201 14R (CC 201 77 10)
CC 201 15 (CC 201 77 11)
CC 201 17 (CC 201 77 12)
CC 201 18R (CC 201 77 13)
CC 201 19 (CC 201 77 14)
CC 201 20 (CC 201 77 15)
CC 201 21 (CC 201 77 16)
CC 201 47 (CC 201 83 09)
CC 201 49 (CC 201 83 11)
CC 201 129R (CC 201 83 48)
CC 201 130R (CC 201 83 49)
CC 201 02 (CC 201 77 02)
CC 201 04 (CC 201 77 03)
CC 201 07 (CC 201 77 05)
CC 201 08 (CC 201 77 06)
CC 201 09 (CC 201 77 07)
CC 201 13 (CC 201 77 09)
CC 201 14R (CC 201 77 10)
CC 201 15 (CC 201 77 11)
CC 201 17 (CC 201 77 12)
CC 201 18R (CC 201 77 13)
CC 201 19 (CC 201 77 14)
CC 201 20 (CC 201 77 15)
CC 201 21 (CC 201 77 16)
CC 201 47 (CC 201 83 09)
CC 201 49 (CC 201 83 11)
CC 201 129R (CC 201 83 48)
CC 201 130R (CC 201 83 49)
Jember (JR) :
CC 201 46 (CC 201 83 08)
CC 201 91 (CC 201 92 01)
CC 201 92 (CC 201 92 02)
CC 201 101 (CC 201 92 11)
CC 201 126R (CC 201 99 01)
CC 201 127R (CC 201 83 47R)
CC 201 134R (CC 201 83 53)
CC 201 135R (CC 201 83 54).
CC 201 91 (CC 201 92 01)
CC 201 92 (CC 201 92 02)
CC 201 101 (CC 201 92 11)
CC 201 126R (CC 201 99 01)
CC 201 127R (CC 201 83 47R)
CC 201 134R (CC 201 83 53)
CC 201 135R (CC 201 83 54).
Medan (MDN) :
CC 201 05 (CC 201 77 04)
CC 201 10 (CC 201 77 08)
CC 201 50 (CC 201 83 12)
CC 201 66 (CC 201 83 28)
CC 201 70 (CC 201 83 32)
CC 201 76R (CC 201 89 04)
CC 201 82 (CC 201 89 10)
CC 201 96 (CC 201 92 06)
CC 201 87R (CC 201 89 14)
CC 201 112R (CC 201 93 02R)
CC 201 115R (CC 201 83 37)
CC 201 123R (CC 201 83 44)
CC 201 128R (CC 201 99 02)
CC 201 138R (CC 201 04 01)
CC 201 141R (CC 201 04 04).
CC 201 10 (CC 201 77 08)
CC 201 50 (CC 201 83 12)
CC 201 66 (CC 201 83 28)
CC 201 70 (CC 201 83 32)
CC 201 76R (CC 201 89 04)
CC 201 82 (CC 201 89 10)
CC 201 96 (CC 201 92 06)
CC 201 87R (CC 201 89 14)
CC 201 112R (CC 201 93 02R)
CC 201 115R (CC 201 83 37)
CC 201 123R (CC 201 83 44)
CC 201 128R (CC 201 99 02)
CC 201 138R (CC 201 04 01)
CC 201 141R (CC 201 04 04).
Padang (PD) :
CC 201 48 (CC 201 83 10)
CC 201 114R (CC 201 83 36)
CC 201 124R (CC 201 83 45)
CC 201 131R (CC 201 83 50)
CC 201 133R (CC 201 83 52)
CC 201 114R (CC 201 83 36)
CC 201 124R (CC 201 83 45)
CC 201 131R (CC 201 83 50)
CC 201 133R (CC 201 83 52)
Kertapati, Palembang (KPT) :
CC 201 84R (CC 201 89 12)
CC 201 86R (CC 201 89 13)
CC 201 88R (CC 201 89 15)
CC 201 89R (CC 201 89 16)
CC 201 90R (CC 201 89 17R)
CC 201 111R (CC 201 93 01R)
CC 201 113R (CC 201 83 35)
CC 201 116R (CC 201 83 38)
CC 201 117R (CC 201 83 39)
CC 201 118R (CC 201 83 40)
CC 201 119R (CC 201 83 41)
CC 201 122R (CC 201 83 43)
CC 201 125R (CC 201 83 46)
CC 201 139R (CC 201 04 02)
CC 201 140R (CC 201 04 03)
CC 201 86R (CC 201 89 13)
CC 201 88R (CC 201 89 15)
CC 201 89R (CC 201 89 16)
CC 201 90R (CC 201 89 17R)
CC 201 111R (CC 201 93 01R)
CC 201 113R (CC 201 83 35)
CC 201 116R (CC 201 83 38)
CC 201 117R (CC 201 83 39)
CC 201 118R (CC 201 83 40)
CC 201 119R (CC 201 83 41)
CC 201 122R (CC 201 83 43)
CC 201 125R (CC 201 83 46)
CC 201 139R (CC 201 04 02)
CC 201 140R (CC 201 04 03)
Tanjung Karang, Lampung (TNK) :
CC 201 120R (CC 201 83 42R)
CC 201 132R (CC 201 83 51)
CC 201 136R (CC 201 83 55)
CC 201 137R (CC 201 83 56).
CC 201 132R (CC 201 83 51)
CC 201 136R (CC 201 83 55)
CC 201 137R (CC 201 83 56).
Kamis, 06 April 2017
Pengaturan Kamera di Pagi Hari,Siang dan Malam Hari
Salam Semboyan Satoe dan Salam Railfans Indonesia, teman-teman kali ini saya akan memberikan tentang cara mengatur kamera pada Pagi Hari,Siang Hari dan Malam Hari untuk mendapatkan gambar Kereta Api yang terbaik butuh pengaturan yang baik juga supaya tidak blur,noise dan pecah. Bagaimana caranya mari simak penjelasan saya.
Untuk di Pagi hari jika masih terasa gelap atau pagi rasa malam hari. Untuk pengaturan kamera adalah sebagai berikut :
ISO : 400-800
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : 1/10
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : 1/10
Untuk di Pagi hari ketika cahaya mulai kuat atau sudah mulai siang gunakan pengaturan kamera sebagai berikut :
ISO : 100-400
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : 1/10
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : 1/10
Untuk di Siang Hari ketika cahaya kuat atau panas gunakan pengaturan kamera sebagai berikut :
ISO : 200-400
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : terserah tinggal mainkan saja sesuai selera hehehe
Shutter Speed : 1/100-1/1000
Bukaan : terserah tinggal mainkan saja sesuai selera hehehe
Untuk di Malam Hari cahaya sangat minim dan gelap nah anda harus bisa main ISO gunakan pengaturan Kamera sebagai berikut :
ISO : 400-800
Shutter Speed : 1/100-1/500
Bukaaan : 1/10 saja hehehe
Shutter Speed : 1/100-1/500
Bukaaan : 1/10 saja hehehe
Demikian pengetahuan dari saya kalau ada salah dan kekurangan mohon dimaafkan dan dimaklumi, terima Kasih.
Minggu, 05 Maret 2017
CC 201 01 Sang Penyandang Gelar R Dan Sesepuh CC 201
CC 201 01R (CC 201 77 01R)
Riwayat Dipo : SDT ex BD
Riwayat Penomoran : CC 201 77 01R SDT ex CC 201 77 01 SDT ex CC 201 01R SDT ex CC 201 01 BD
Mulai Dinas : 04-11-1977
Salam Semboyan Satoe kali ini saya akan membahas sesepuh/Simbah dari CC 201 yaitu siapa lagi kalau bukan CC 201 01R, Sang Penyandang Gelar Lokomotif R atau jelasnya Repowering, bagaimana kisah dari CC 201 01R setelah datang di Indonesia setelah diproduksi oleh Pabrik General Electric sampai sekarang ini ? mari kita langsung saja ke pembahasannya.
CC 201 01R adalah lokomotif CC 201 Generasi 1 yang datang dari General Electric pertama kali pada Tahun 1977, namun sebenarnya CC 201 01R belum berdinas langsung pada tahun itu apa penyebabnya ? ketika CC 201 Generasi 1 dalam perjalanan menuju Indonesia, Kapal yang membawa CC 201 Generasi 1 yang berjumlah 28 Unit ini dihantam badai di Tanjung Harapan (Cape Of Good Hope) Afrika sehingga muatan dan jangkar kapal menimpa dan menindih beberapa CC 201 sehingga CC 201 01 dan beberapa temannya yang tertimpa muatan kapal ketika tiba di Indonesia belum bisa langsung didinaskan karena mengingat kerusakan lumayan parah akibat tertimpa muatan kapal, namun untuk CC 201 Generasi 1 yang selamat bisa langsung dioperasikan.
CC 201 01 (CC 201 77 01) ketika baru tiba di Indonesia dalam keadaan rusak akibat tergencet muatan dan jangkar kapal yang menghantam lokomotif ini.
Foto By : Alm Bapak M.V.A Krisnamuthi
Pada tanggal 04 November 1977 barulah CC 201 01 bisa berdinas dan langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung), sebagai lokomotif di Dipo Induk BD, CC 201 01R biasa berdinas KA Eksekutif,Bisnis,Ekonomi,Lokalan DLL seperti misalnya : KA Ekspress Siang (Mutiara Selatan),Parahyangan,Lokal Cibatu DLL. dari tahun ke tahun, CC 201 01 semakin berjaya menjadi Anggota Dipo Bandung, namun usianya semakin bertambah tua sehingga CC 201 01 harus dihadapkan dengan 2 pilihan yaitu diupgrade menjadi CC 204 atau hanya menjadi Lokomotif Percobaan atau Repowering, pada saat itu CC 201 01 masih bermarkas di Dipo Induk BD.
CC 201 01 (CC 201 77 01) Langsiran di Stasiun Madiun 5 November 1980
Foto By : Mr Werner and Hansjorg Brutzer
CC 201 01 pun akhirnya dikumpulkan bersama teman-temannya CC 201 Generasi 1 yang satu angkatan tahun 1977 maupun 1978 di Balai Yasa Pengok Yogyakarta, Balai Yasa Pengok akhirnya berkerjasama dengan Pabrik General Electric untuk modernisasi CC 201 menjadi CC 204, akhirnya satu per satu lokomotif CC 201 dimodernisasi menjadi CC 204 Generasi 1, namun apa yang terjadi ? setelah 7 CC 201 menjadi CC 204, pemerintah mengalami kesulitan dana, sehingga CC 201 01 dan teman-temannya seperti CC 201 14,CC 201 18 dan CC 201 26, tidak bisa menjadi CC 204 seperti yang diinginkan Balai Yasa Pengok, akhirnya CC 201 01 hanya mendapat Paket Remanufacture atau Repowering yaitu hanya dengan penggantian komponen besar-besaran saja dari General Electric akibat keterbatasan dana pemerintah, Paket Repowering ini berupa :
1.Mesin
2.Governor
3.Turbocharger
4.Motor Traksi
CC 201 01R (CC 201 77 01) SDT dengan KA Penataran di Era Perumka
Foto By : Dave Freddy
Akhirnya CC 201 01 berubah menjadi CC 201 01R setelah direpowering pada Tahun 2004 oleh Balai Yasa Pengok dan General Electric, dan CC 201 01R pun langsung di tempatkan di Dipo Induk SDT (Sidotopo). Kemudian pada Tahun 2011, CC 201 01R mengalami PA (Pemeliharaan Akhir) dan langsung menggunakan logo PT KAI yang baru dan diberi Fog Lamp (Lampu Kabut) ditambah Prnomoran baru yaitu dengan mengganti Plat Nomor sisi kanan dan kiri jendela kabin dengan nomor CC 201 77 01R pada Tahun 2012, CC 201 01R mengalami PA kembali kali ini bukaan couplernya diubah menjadi seperti CC 201 Batch 2 dan 3, namun CC 201 01R kemudian terkena Virus Tralis Spartan ala SDT (Sidotopo), kemudian pada Tahun 2014, CC 201 01R mengalami PA kembali, namun kali ini yang paling disayangkan Plat Nomor di bawah Chowchaternya dihilangkan, dan Chowchatcher dicat abu-abu dan sayang sekali Pelat Remanufacturenya dihilangkan, namun CC 201 01R Cowchatchernya dimerahkan kembali saat trend Chowchatcher Merah kembali mewabah.
kemudian pada tahun 2016 kemarin, CC 201 01R mengalami PA kembali di Balai Yasa Pengok kali ini semua Tralisnya dicopot dan dipasangkan sekop pada Chowchatchernya, juga Kacanya diganti menjadi Kaca Polikarbonat, namun CC 201 01R belum di pulangkan terlebih dahulu ke SDT karena harus diassistensikan dulu di Daop 1 selama beberapa bulan dan kala itu berdinas sebagai Loko Posko dan Langsiran, sebelum dikembalikan ke Sidotopo, CC 201 01R bisa ditemui ketika Langsiran,dinas KA Lokal maupun Jarak Jauh.
Berikut Foto CC 201 01R (CC 201 77 01R) SDT ketika berdinas
CC 201 01R (CC 201 77 01R) SDT ketika akan berdinas KA 185 Progo Sisi Long Hood (LH)
CC 201 01R (CC 201 77 01R) SDT Sisi Short Hood (SH)
CC 201 01R (CC 201 77 01R) SDT Sisi Short Hood
CC 201 01R (CC 201 77 01) SDT dengan KA 183 Bengawan melewati Stasiun Patukan
CC 201 01R (CC 201 77 01) SDT dengan KA 183 Bengawan melewati Stasiun Patukan dengan sapaan Ass Masinis
Sumber Sejarah : Saya sendiri,Teman-teman Railfans,Senior Railfans DLL.
Sumber Foto : Milik saya sendiri pribadi dan milik senior railfans semuanya sudah izin.
Demikian artikel dan posting dari saya ini, monggo dipahami,dibaca dan diingat sebagai sejarah ya guyss, semoga bermanfaat dan berguna, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Sabtu, 04 Maret 2017
CC 201 40 (CC 201 83 02) DIPO INDUK YK
Salam Semboyan Satoe, kali ini saya akan membahas lokomotif CC 201 40 yang masih setia dengan rumahnya Dipo Induk Yogyakarta hingga saat ini, seperti apa kisah panjangnya dari kisahnya saat ini ? penasaran ? mari langsung saya bahas di sini.
CC 201 40 atau CC 201 83 02 adalah lokomotif CC 201 yang memulai debut dinasnya pada Tahun 1983 dengan Gandar Penggerak CC yang berarti masing-masing gandar berjumlah 6 Gandar Penggerak, CC 201 40 memulai dinasnya menjadi Anggota Dipo Induk YK (Yogyakarta) yang dahulunya masih banyak ditemui BB 200 maupun BB 201, mungkin jumlah anggota Dipo Yogyakarta pada waktu itu masih di dominasi BB 200 dan BB 201 namun seiring waktu, BB 200 dan BB 201 semakin berkurang akibat dipindahkan maupun afkir sehingga Dipo Yogyakarta kebanjiran anggota CC 201 Generasi 2 yang terdepak dari Jatinegara maupun Purwokerto seperti : CC 201 46,CC 201 47 dan CC 201 48,pengecualian : CC 201 41,CC 201 42,CC 201 44 dan CC 201 45 yang dari dulu sudah menghuni Dipo Yogyakarta sejak datang dari Pabrik General Electric, CC 201 40 dulu biasa lebih banyak berdinas KA Eksekutif,Ekonomi,Bisnis DLL, Era demi era berubah dari PJKA menjadi Perumka, namun CC 201 40 masih belum bisa tergantikan untuk berdinas KA Berbendera alias Eksekutif, namun pada Tahun 1995 kedatangan CC 203 Generasi 1 menyebabkan CC 201 40 turun pangkat berdinas KA Eksekutif Satwa,Bisnis,Ekonomi DLL, di Dipo Induk Yogyakarta pada masa jayanya CC 201 biasa berdinas KA Eksekutif seperti : Bima,Pandanwangi,Empu Jaya,Senja Maja,Senja Ekonomi Solo DLL, pada Era Perumka Merah Biru atau biasa disebut RNB (Red N Blue), CC 201 40 biasa berdinas seperti : KA Taksaka,Sancaka,Progo,Fajar Utama Yogyakarta,Senja Utama Yogyakarta,Bengawan,Senja Utama Solo DLL, Pada Era Perumka Biru Putih pun juga masih sama dengan Era Perumka Merah Biru CC 201 40 biasa berdinas KA Eksekutif Satwa,Bisnis,Ekonomi DLL, Era semakin lama semakin berubah, Era pun mulai berganti dari Era Perumka menjadi Era PT KA (Kereta Api), CC 201 40 semakin bertambah tampan dan ganteng yaitu : Pemberian Lampu Kabut (Fog lamp),Nomor baru di samping kabin kanan kirinya yang menggantikan plat CC 201 40 yaitu Plat Penomoran baru dengan nomor seri CC 201 83 02 yang berarti CC adalah 2 Bogie (Roda) ada 3 Gandar dengan total 6 Motor Traksi, 201 adalah seri yang berikutnya setelah CC 200, nomor 83 artinya memulai debut atau dinasnya pada Tahun 1983 dan yang terakhir adalah nomor 02 yang artinya nomor urut yang dinas pada Tahun 1983 atau Nomor Individunya, pada Era PT KA pun CC 201 40 masih belum tergantikan untuk menarik KA Eksekutif Satwa,Campuran DLL walaupun kedatangan CC 204 Generasi 2 yang begitu lumayan menggeser keberadaan CC 201 40, namun CC 201 40 masih mampu dipercaya menjadi pemimpin KA Eksekutif Satwa,Eksekutif Campuran DLL, namun Era PT KA berubah menjadi Era PT KAI (Kereta Api Indonesia) seperti saat ini, CC 201 40 mulai tergeser akibat kedatangan CC 206 Lokomotif Berkabin Dua atau Railfans biasa menyebutnya Si Munafik karena kabinnya yang berwajah dua, CC 201 40 menjadi turun pangkat berdinas seperti KA Eksekutif Campuran (Kecuali : KA Lodaya),Bisnis,Ekonomi,KA Batu Ballast Kricak,langsiran,Ekonomi Lokalan DLL, namun walaupun begitu CC 201 pada Tahun 2015 menjalani PA (Pemeliharaan Akhir) yang membuat dia semakin tampan dan gagah karena Teralis Besi pada Kabinnya dicopoti karena kebijakan Polikarbonatisasi yaitu dengan menggati kaca biasa yang biasa mudah pecah karena benturan dengan Kaca Polikarbonat yang tahan terhadap misalnya : Pelemparan Batu,Benturan DLL, selain Kotak Pemasir CC 201 40 dikembalikan lagi. Setelah Fresh PA, CC 201 40 langsung didinaskan dengan Kereta Api Malioboro Ekspress, namun CC 201 40 lama kelamaan tidak berdinas KA Malioboro Ekspress, namun CC 201 40 memilih menjadi Lokomotif Langganan KA Sancaka selama 2-3 Bulan, namun menjelang Masa Pemeliharaan Akhirnya mulai dekat, CC 201 40 mulai mengurangi dinas dengan KA Penumpang kadang-kadang CC 201 40 berdinas KA Barang seperti KA KLB Batu Ballast Kricak Daop 6 YK DLL, akhirnya pada 5 September 2016 kemarin CC 201 40 telah mengalami PA kembali kali ini, CC 201 ditambah Chowchatcher yang menyerupai Sekop sehingga menambah kegagahan dan ketampanannya, sehingga CC 201 40 lebih gagah daripada dulu.
Berikut Foto CC 201 40 (CC 201 83 02) YK ketika berdinas
CC 201 40 (CC 201 83 02) YK berdinas KA KLB Batu Kricak Daop 6 Yogyakarta, bersiap kembali ke Wates setelah menbur Ballast di Timur Area Daop 6 Yogyakarta.
*CC 201 40 (CC 201 83 02) YK sebelum menjadi kinclong dan berchowchatcher sekop hehehe
CC 201 40 (CC 201 83 02) YK setelah Kinclong kembali dan memakai CH Sekop, sedang berdinas KA 2618B RWL-MN (Rewulu-Madiun) melintasi Nyamplung Balecatur Gamping Sleman
CC 201 40 (CC 201 83 02) YK berdinas KA 86 Sancaka Sore melintasi Fly Over Lempuyangan di bawah Sinar Matahari Sore Yogyakarta
Sumber Sejarah : Saya sendiri,Teman-teman Railfans,Senior Railfans DLL.
Sumber Foto : Milik saya sendiri pribadi
Demikian artikel dan posting dari saya ini, monggo dipahami,dibaca dan diingat sebagai sejarah ya guyss, semoga bermanfaat dan berguna, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Minggu, 26 Februari 2017
CC 203 41 (CC 203 02 04) DIPO INDUK SMC ex BD Sang Mantan Lokomotif Paspampres
Salam Semboyan Satoe, setelah lama saya vakum tidak membahas banyak cerita lokomotif, saya akan kembali membhas lagi kali ini CC 203 41 Sang Mantan Lokomotif Paspampres pada tahun 2002 yang lalu, yuk mari saja kita mulai.
CC 203 41 atau CC 203 02 04 adalah lokomotif CC 203 milik PT KAI yang dipesan PT KAI dan Kemenhub (Kementrian Perhubungan) yang mulai dinas pada tahun 2002, CC 203 41 adalah anggota CC 203 yang dinas pada tahun 2002 yang paling terakhir setelah CC 203 38 (CC 203 02 01), CC 203 39 (CC 203 02 02) dan CC 203 40 (CC 203 02 04), setelah melalui serangkaian perakitan dan banyak test, CC 203 41 langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung), CC 203 41 ketika masih di Dipo Induk Bandung biasa berdinas KA Ekonomi,Bisnis,Eksekutif,Lokalan,Barang DLL, pada tahun 2002 saat itu juga ketika masih baru-barunya datang di Indonesia, CC 203 41 ditunjuk sebagai lokomotif KLB RI 1 bersama Sang Kakak CC 203 40, dan CC 203 41 pernah ditunjuk juga sebagai loko KA Priangan Ekspress dan Malabar ketika peluncuran, namun CC 203 41 dari tahun ke tahun semakin terusik dengan kedatangan Sang Adik CC 204 Generasi 2 sekaligus kembarannya, akhirnya pada tahun kira-kira 2009-2010, CC 203 41 memutuskan hijrah/dimutasi ke Dipo Induk SMC (Semarang Poncol), dan disinilah CC 203 41 bernaung hingga saat ini, CC 203 41 bisa di temui di Semarang Poncol ketika langsiran maupun dinas KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh) seperti KA Argo Muria,Argo Sindoro,Kamandaka,Ambarawa Ekspress,Kaligung,Tawang Jaya,Tegal Ekspress,Kaligung Mas DLL, Perhatikan bagian atas kabin, ada sisa kotak AC yang tadinya merupakan fasilitas bawaan dari GE/INKA. CC 203 ini merupakan CC 203 terakhir yang dirakit GE Lokindo untuk PT KAI. Walaupun CC 206 sedikit menggesernya, namun CC 203 41 banyak mendapat tugas sebagai penarik KA Eksekutif Argo seperti Argo Muria dan Argo Sindoro, meskipun CC 203 41 bukan lagi sebagai loko Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), namun CC 203 41 tetap biasa mendapatkan jatah dinas KA Eksekutif Satwa dan Argo Lintas Utara. Dan yang unik dari dari lokomotif ini adalah lokomotif ini dipercaya sebagai Lokomotif Paspampres dari tahun 2002 sampai 2006, waktu yang sangat lama kan guyss.
Berikut Foto CC 203 41 (CC 203 02 04) SMC ex BD ketika berdinas
CC 203 41 atau CC 203 02 04 adalah lokomotif CC 203 milik PT KAI yang dipesan PT KAI dan Kemenhub (Kementrian Perhubungan) yang mulai dinas pada tahun 2002, CC 203 41 adalah anggota CC 203 yang dinas pada tahun 2002 yang paling terakhir setelah CC 203 38 (CC 203 02 01), CC 203 39 (CC 203 02 02) dan CC 203 40 (CC 203 02 04), setelah melalui serangkaian perakitan dan banyak test, CC 203 41 langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung), CC 203 41 ketika masih di Dipo Induk Bandung biasa berdinas KA Ekonomi,Bisnis,Eksekutif,Lokalan,Barang DLL, pada tahun 2002 saat itu juga ketika masih baru-barunya datang di Indonesia, CC 203 41 ditunjuk sebagai lokomotif KLB RI 1 bersama Sang Kakak CC 203 40, dan CC 203 41 pernah ditunjuk juga sebagai loko KA Priangan Ekspress dan Malabar ketika peluncuran, namun CC 203 41 dari tahun ke tahun semakin terusik dengan kedatangan Sang Adik CC 204 Generasi 2 sekaligus kembarannya, akhirnya pada tahun kira-kira 2009-2010, CC 203 41 memutuskan hijrah/dimutasi ke Dipo Induk SMC (Semarang Poncol), dan disinilah CC 203 41 bernaung hingga saat ini, CC 203 41 bisa di temui di Semarang Poncol ketika langsiran maupun dinas KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh) seperti KA Argo Muria,Argo Sindoro,Kamandaka,Ambarawa Ekspress,Kaligung,Tawang Jaya,Tegal Ekspress,Kaligung Mas DLL, Perhatikan bagian atas kabin, ada sisa kotak AC yang tadinya merupakan fasilitas bawaan dari GE/INKA. CC 203 ini merupakan CC 203 terakhir yang dirakit GE Lokindo untuk PT KAI. Walaupun CC 206 sedikit menggesernya, namun CC 203 41 banyak mendapat tugas sebagai penarik KA Eksekutif Argo seperti Argo Muria dan Argo Sindoro, meskipun CC 203 41 bukan lagi sebagai loko Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), namun CC 203 41 tetap biasa mendapatkan jatah dinas KA Eksekutif Satwa dan Argo Lintas Utara. Dan yang unik dari dari lokomotif ini adalah lokomotif ini dipercaya sebagai Lokomotif Paspampres dari tahun 2002 sampai 2006, waktu yang sangat lama kan guyss.
Berikut Foto CC 203 41 (CC 203 02 04) SMC ex BD ketika berdinas
CC 203 41 (CC 203 02 04) SMC ex BD ketika berdinas KA 165 Karakatau Ekspress persiapan masuk Lempuyangan
CC 203 41 (CC 203 02 04) SMC ex BD ketika berdinas KA 165 Krakatau Ekspress melintas Persawahan Nyamplung persiapan langsung Rewulu
Sumber Sejarah : Saya sendiri,Teman-teman Railfans,Senior Railfans DLL.
Sumber Foto : Milik saya sendiri pribadi
Demikian artikel dan posting dari saya ini, monggo dipahami,dibaca dan diingat sebagai sejarah ya guyss, semoga bermanfaat dan berguna, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Sabtu, 18 Februari 2017
Rabu, 15 Februari 2017
Bader CC 203 yaitu CC 203 28 yang begitu sangat bandel
Salam Semboyan Satoe, kali ini saya akan membahas lokomotif CC 203 28 yaitu lokomotif yang sering terkena sial baik karena ulahnya sendiri maupun karena menabrak Kendaraan yang menerobos Perlintasan Kereta Api, bagaimana kisah dari CC 203 28 awal menjadi CC 203 hingga saat ini ? mari kita langsung bahas saja.
CC 203 28 atau CC 203 98 16 adalah lokomotif CC 203 yang mengawali kariernya pada Tahun 1998 pada urutan ke 16, lokomotif ini ketika datang langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung), seperti biasa CC 203 28 ketika masih di BD berdinas seperti misalnya : KA Argo Gede,Parahyangan,Mutiara Selatan,Kahuripan,Serayu,Pasundan,Lokal Bandung Raya,Lokal Cibatu DLL. CC 203 28 terus masih menjadi andalan Dipo Induk BD (Bandung) untuk berdinas Kereta Api di Daerah Operasional 2 (Daop 2) Bandung, namun CC 203 28 semakin lama semakin terlupakan sejak kedatangan CC 204 Generasi 2 di Dipo Bandung, CC 203 28 pun lari ke Lintas Selatan arah Timur untuk mencari Jam Dinas lebih banyak, akhirnya CC 203 28 memilih Daop 6 sebagai tempat menetapnya, Dipo Induk YK (Yogyakarta) mempersilahkan CC 203 28 bergabung dalam anggota Dipo Lokomotif Yogyakarta, ketika di Daop 6 Yogyakarta CC 203 28 biasa berdinas Kereta Api Eksekutif Satwa,Eksekutif Argo,Eksekutif Campuran,Bisnis,Ekonomi DLL, Seperti misalnya : KA Argo Lawu,Argo Dwipangga,Sancaka,Progo,Sri Tanjung,Bengawan,Senja Utama Yogyakarta,Fajar Utama Yogyakarta,Taksaka, DLL. Namun CC 203 28 harus mencari tempat yang cocok kembali untuk mendapat waktu lebih banyak untuk berdinas, kali ini Lintas Pantura Daop 4 Semarang menjadi tempat perantauannya, di sana CC 203 28 lebih sering berdinas KA Senja Utama Semarang,Fajar Utama Semarang,Argo Muria,Argo Sindoro DLL. Akhirnya CC 203 28 kembali pindah dan menjadi anggota Daop 4 Semarang atau Dipo Induk SMC (Semarang Poncol), CC 203 28 bisa ditemui ketika sedang berdinas KA Eksekutif Argo,Eksekutif Satwa,Ekonomi,Bisnis,Eksekutif Campuran DLL. Tahun 2012 CC 203 28 berganti kostum menjadi Livery PT KAI Oranye,Merah dan putih namun ketika itu CH (Chowchaternya) masih berwarna abu-abu, CC 203 28 pun masih banyak berdinas KA Eksekutif,Bisnis,Ekonomi,Lokalan DLL. Namun naas pada Tahun 2013 CC 203 28 mengalami PL (Peristiwa Luar Biasa) namun tidak mengakibatkan keterlambatan Jam Kereta Api, Pada Pagi hari CC 203 28 waktu itu sedang distarting engine oleh juru langsir di Dipo Lokomotif Semarang Poncol, namun ketika sedang ditunggui agar bisa panas lokomotif ini, tiba-tiba CC 203 28 justru berjalan sendiri (Tanpa Masinis) dari Dipo Lokomotif Semarang Poncol, pihak Dipo SMC pun menjadi kebingungan dan kewalahan melihat CC 203 28 berjalan sendiri tanpa masinis, Pihak Dipo Semarang Poncol pun mencoba menghubungi stasiun terdekat yaitu Stasiun Jerakah, namun Stasiun Jerakah terlambat dan kewalahan mengatasi CC 203 28, CC 203 28 pun terus bejalan sendiri hingga pada akhirnya CC 203 28 berhenti berjalan setelah menabrak Jalur Badug (Buntu) Stasiun Kaliwungu Kendal, CC 203 28 pun harus masuk ke Balai Yasa Pengok Yogyakarta untuk menjalani proses perbaikan setelah berjalan sendiri dan menabrak Badug Stasiun Kaliwungu, CC 203 28 pun sudah sembuh kembali namun kali ini CC 203 28 memakai CH (Chowchatcher) berwarna merah, CC 203 28 pun kembali siap untuk berdinas di Daop 4, pada tahun 2015 CC 203 28 lebih banyak main ke Lintas Selatan, CC 203 28 biasanya yang berdinas di Pantura kali ini lebih banyak bermain di Lintas Selatan, dengan biasa berdinas KA Pasundan,Gaya Baru Malam Selatan,Progo,Sancaka,Fajar Utama YK DLL, walaupun kadang juga ketika CC 203 28 berdinas KA Kaligung Mas,Argo Muria,Argo Sindoro DLL. namun setahun kemudian CC 203 28 mengalami nasib naas ketika berdinas KA 179 Pasundan pada tanggal 30 Januari 2016, CC 203 28 yang sedang menarik KA Pasundan menabrak Truk Pengangkut Pasir yang terjebak karena as rodanya patah di tengah Perlintasan Lengkung C Kubangkangkung Cilacap, pada saat itu CC 203 28 berlari dengan Kecepatan 60-75 KM/J tidak sempat mengerem karena jaraknya yang sudah sangat terlalu dekat dengan Truk tersebut, CC 203 28 pun akhirnya harus menabrakan dirinya ke Truk yang terjebak di Perlintasan Tersebut, akhirnya CC 203 28 mengalami kerusakan pada Foglamp,Lampu Semboyan dan Bodi depannya lumayan ringsek lalu gerbong penumpang di belakangnya mengalami rusak yang cukup parah, akhirnya pada tanggal 2 Februari 2016, CC 203 28 harus dikirim ke Balai Yasa Pengok Yogyakarta bersama Gerbong Penumpang yang mengalami kerusakan setalah PLH, CC 203 28 pun langsung mulai diperbaiki, setelah perbaikan selesai CC 203 28 keluar dari Balai Yasa Pengok, namun kali ini penampilannya lebih berubah menjadi sempurna dengan tambahan CH (Chowchatcher) seperti Sekop atau mirip dengan Lokomotif CC 206, setelah sembuh dari kecelakaannya CC 203 28 pun dikirim melalui KA Kalijaga PWS-SLO-SMC, akhirnya CC 203 28 pun sudah siap kembali berdinas setelah lama mengalami PLH Kubangkangkung.
Berikut Foto-Foto dari CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC ketika berdinas KA Jarak Jauh DLL
CC 203 28 atau CC 203 98 16 adalah lokomotif CC 203 yang mengawali kariernya pada Tahun 1998 pada urutan ke 16, lokomotif ini ketika datang langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung), seperti biasa CC 203 28 ketika masih di BD berdinas seperti misalnya : KA Argo Gede,Parahyangan,Mutiara Selatan,Kahuripan,Serayu,Pasundan,Lokal Bandung Raya,Lokal Cibatu DLL. CC 203 28 terus masih menjadi andalan Dipo Induk BD (Bandung) untuk berdinas Kereta Api di Daerah Operasional 2 (Daop 2) Bandung, namun CC 203 28 semakin lama semakin terlupakan sejak kedatangan CC 204 Generasi 2 di Dipo Bandung, CC 203 28 pun lari ke Lintas Selatan arah Timur untuk mencari Jam Dinas lebih banyak, akhirnya CC 203 28 memilih Daop 6 sebagai tempat menetapnya, Dipo Induk YK (Yogyakarta) mempersilahkan CC 203 28 bergabung dalam anggota Dipo Lokomotif Yogyakarta, ketika di Daop 6 Yogyakarta CC 203 28 biasa berdinas Kereta Api Eksekutif Satwa,Eksekutif Argo,Eksekutif Campuran,Bisnis,Ekonomi DLL, Seperti misalnya : KA Argo Lawu,Argo Dwipangga,Sancaka,Progo,Sri Tanjung,Bengawan,Senja Utama Yogyakarta,Fajar Utama Yogyakarta,Taksaka, DLL. Namun CC 203 28 harus mencari tempat yang cocok kembali untuk mendapat waktu lebih banyak untuk berdinas, kali ini Lintas Pantura Daop 4 Semarang menjadi tempat perantauannya, di sana CC 203 28 lebih sering berdinas KA Senja Utama Semarang,Fajar Utama Semarang,Argo Muria,Argo Sindoro DLL. Akhirnya CC 203 28 kembali pindah dan menjadi anggota Daop 4 Semarang atau Dipo Induk SMC (Semarang Poncol), CC 203 28 bisa ditemui ketika sedang berdinas KA Eksekutif Argo,Eksekutif Satwa,Ekonomi,Bisnis,Eksekutif Campuran DLL. Tahun 2012 CC 203 28 berganti kostum menjadi Livery PT KAI Oranye,Merah dan putih namun ketika itu CH (Chowchaternya) masih berwarna abu-abu, CC 203 28 pun masih banyak berdinas KA Eksekutif,Bisnis,Ekonomi,Lokalan DLL. Namun naas pada Tahun 2013 CC 203 28 mengalami PL (Peristiwa Luar Biasa) namun tidak mengakibatkan keterlambatan Jam Kereta Api, Pada Pagi hari CC 203 28 waktu itu sedang distarting engine oleh juru langsir di Dipo Lokomotif Semarang Poncol, namun ketika sedang ditunggui agar bisa panas lokomotif ini, tiba-tiba CC 203 28 justru berjalan sendiri (Tanpa Masinis) dari Dipo Lokomotif Semarang Poncol, pihak Dipo SMC pun menjadi kebingungan dan kewalahan melihat CC 203 28 berjalan sendiri tanpa masinis, Pihak Dipo Semarang Poncol pun mencoba menghubungi stasiun terdekat yaitu Stasiun Jerakah, namun Stasiun Jerakah terlambat dan kewalahan mengatasi CC 203 28, CC 203 28 pun terus bejalan sendiri hingga pada akhirnya CC 203 28 berhenti berjalan setelah menabrak Jalur Badug (Buntu) Stasiun Kaliwungu Kendal, CC 203 28 pun harus masuk ke Balai Yasa Pengok Yogyakarta untuk menjalani proses perbaikan setelah berjalan sendiri dan menabrak Badug Stasiun Kaliwungu, CC 203 28 pun sudah sembuh kembali namun kali ini CC 203 28 memakai CH (Chowchatcher) berwarna merah, CC 203 28 pun kembali siap untuk berdinas di Daop 4, pada tahun 2015 CC 203 28 lebih banyak main ke Lintas Selatan, CC 203 28 biasanya yang berdinas di Pantura kali ini lebih banyak bermain di Lintas Selatan, dengan biasa berdinas KA Pasundan,Gaya Baru Malam Selatan,Progo,Sancaka,Fajar Utama YK DLL, walaupun kadang juga ketika CC 203 28 berdinas KA Kaligung Mas,Argo Muria,Argo Sindoro DLL. namun setahun kemudian CC 203 28 mengalami nasib naas ketika berdinas KA 179 Pasundan pada tanggal 30 Januari 2016, CC 203 28 yang sedang menarik KA Pasundan menabrak Truk Pengangkut Pasir yang terjebak karena as rodanya patah di tengah Perlintasan Lengkung C Kubangkangkung Cilacap, pada saat itu CC 203 28 berlari dengan Kecepatan 60-75 KM/J tidak sempat mengerem karena jaraknya yang sudah sangat terlalu dekat dengan Truk tersebut, CC 203 28 pun akhirnya harus menabrakan dirinya ke Truk yang terjebak di Perlintasan Tersebut, akhirnya CC 203 28 mengalami kerusakan pada Foglamp,Lampu Semboyan dan Bodi depannya lumayan ringsek lalu gerbong penumpang di belakangnya mengalami rusak yang cukup parah, akhirnya pada tanggal 2 Februari 2016, CC 203 28 harus dikirim ke Balai Yasa Pengok Yogyakarta bersama Gerbong Penumpang yang mengalami kerusakan setalah PLH, CC 203 28 pun langsung mulai diperbaiki, setelah perbaikan selesai CC 203 28 keluar dari Balai Yasa Pengok, namun kali ini penampilannya lebih berubah menjadi sempurna dengan tambahan CH (Chowchatcher) seperti Sekop atau mirip dengan Lokomotif CC 206, setelah sembuh dari kecelakaannya CC 203 28 pun dikirim melalui KA Kalijaga PWS-SLO-SMC, akhirnya CC 203 28 pun sudah siap kembali berdinas setelah lama mengalami PLH Kubangkangkung.
Berikut Foto-Foto dari CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC ketika berdinas KA Jarak Jauh DLL
CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC ex YK ex BD ketika berdinas KA 164 Gajah Wong berangkat Stasiun Yogyakarta Tugu. Maaf lokonya terhalang tiang hehehe :v :3
CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC Double Traksi dengan CC 203 23 (CC 203 98 11) JNG membawa K1 0 10 01 PWT milik KA Purwojaya,KMP3 0 65 XX dan MP3 0 10 01 milik KA Gajah Wong atau Bogowonto
View Side Left CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC
CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC dengan KA 180 Pasundan melintas PJL 739 HOS Cokroaminoto menuju KAC (Kiaracondong)
View Side Right CC 203 28 (CC 203 98 16) SMC
Sumber Sejarah : Saya sendiri,Teman-teman Railfans,Senior Railfans DLL
Sumber Foto : Milik saya sendiri pribadi
Demikian artikel dan posting dari saya ini, monggo dipahami,dibaca dan diingat sebagai sejarah ya guyss, semoga bermanfaat dan berguna, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Selasa, 14 Februari 2017
CC 204 07 (CC 204 03 07) Lokomotif Reinkarnasi dari CC 201 12
Salam Semboyan Satoe, kali ini saya akan membahas lokomotif CC 204 07 yaitu Lokomotif Kelahiran dari CC 201 12, bagaimana kisah panjangnya dari awal perjalanannya menjadi CC 201 hingga menjadi CC 204 ? yuk mari langsung ke topik pembahasan dari saya.
CC 204 07 atau CC 204 03 07 adalah lokomotif Kelahiran dari CC 201 12, awalnya adalah CC 201 12 yang datang pada tahun 1977, kemudian CC 201 12 ditempatkan langsung di Dipo Induk Bandung pada tahun itu juga, pada saat itu CC 204 07 berdinas KA Jarak Jauh seperti KA Ekonomi,Bisnis,Eksekutif hingga bahkan KA Lokalan pun juga biasa didinasinya Misalnya : KA Parahyangan,Ekspress Siang (Mutiara Selatan),Lokal Cibatu,Lokal Bandung Raya DLL.
Berikut adalah foto CC 201 12 ketika pada masanya bersinas di Dipo Induk BD (Bandung)
kemudian tahun berganti tahun CC 201 12 mulai dipindahkan tugasnya ke Dipo Induk Sidotopo karena kedatangan CC 201 Generasi 2 atau Batch 2 dan CC 201 Generasi 3 atau Batch 3, di Dipo Sidotopo CC 201 12 biasa juga berdinas KA Eksekutif,Bisnis,Ekonomi Lokalan,Ekonomi Jarak Jauh DLL, tahun berganti tahun pun CC 201 12, semakin menjadi tua dan CC 201 12 masih dibingungkan dengan keputusannya, apakah dia tetap menjadi CC 201 dengan Kode Repowering atau menjelma menjadi CC 204, CC 201 12 pun khawatir dengan nasibnya yang masih tanda ?, namun pada tahun 2003 Balai Yasa Pengok Yogyakarta bekerjasama dengan GE mengadakan Program Modernisasi Lokomotif CC 201 menjadi CC 204 yaitu :
1.Penambahan Komputer Brightstar Sirius Buatan GE
2.Pengubahan Sistem Aliran Listrik DC-DC menjadi AC-DC
3.Sistem Keamanan Loco Track
Pada Tahun 2003 CC 201 12 segera memasuki Balai Yasa Pengok Yogyakarta, dan segera ingin menjadi CC 204 bersama teman-temannya yang satu angkatan CC 201 antara lain :
1.CC 201 03 yang menjadi CC 204 01
2.CC 201 11 yang menjadi CC 204 02
3.CC 201 16 yang menjadi CC 204 03
4.CC 201 37 yang menjadi CC 204 04
5.CC 201 32 yang menjadi CC 204 05
6.CC 201 06 yang menjadi CC 204 06
CC 204 07 atau CC 204 03 07 adalah lokomotif Kelahiran dari CC 201 12, awalnya adalah CC 201 12 yang datang pada tahun 1977, kemudian CC 201 12 ditempatkan langsung di Dipo Induk Bandung pada tahun itu juga, pada saat itu CC 204 07 berdinas KA Jarak Jauh seperti KA Ekonomi,Bisnis,Eksekutif hingga bahkan KA Lokalan pun juga biasa didinasinya Misalnya : KA Parahyangan,Ekspress Siang (Mutiara Selatan),Lokal Cibatu,Lokal Bandung Raya DLL.
Berikut adalah foto CC 201 12 ketika pada masanya bersinas di Dipo Induk BD (Bandung)
CC 201 12 yang sekarang ini telah menjadi CC 204 07 (CC 204 03 07) berdinas KA Bisnis Parahyangan yang kini melebur menjadi satu dengan KA Eksekutif Argo Gede, yaitu menjadi KA Argo Parahyangan BD-GM.
Tahun : 1980an
Sumber : Indonesia Railway Heritages Instagram Photos
kemudian tahun berganti tahun CC 201 12 mulai dipindahkan tugasnya ke Dipo Induk Sidotopo karena kedatangan CC 201 Generasi 2 atau Batch 2 dan CC 201 Generasi 3 atau Batch 3, di Dipo Sidotopo CC 201 12 biasa juga berdinas KA Eksekutif,Bisnis,Ekonomi Lokalan,Ekonomi Jarak Jauh DLL, tahun berganti tahun pun CC 201 12, semakin menjadi tua dan CC 201 12 masih dibingungkan dengan keputusannya, apakah dia tetap menjadi CC 201 dengan Kode Repowering atau menjelma menjadi CC 204, CC 201 12 pun khawatir dengan nasibnya yang masih tanda ?, namun pada tahun 2003 Balai Yasa Pengok Yogyakarta bekerjasama dengan GE mengadakan Program Modernisasi Lokomotif CC 201 menjadi CC 204 yaitu :
1.Penambahan Komputer Brightstar Sirius Buatan GE
2.Pengubahan Sistem Aliran Listrik DC-DC menjadi AC-DC
3.Sistem Keamanan Loco Track
Pada Tahun 2003 CC 201 12 segera memasuki Balai Yasa Pengok Yogyakarta, dan segera ingin menjadi CC 204 bersama teman-temannya yang satu angkatan CC 201 antara lain :
1.CC 201 03 yang menjadi CC 204 01
2.CC 201 11 yang menjadi CC 204 02
3.CC 201 16 yang menjadi CC 204 03
4.CC 201 37 yang menjadi CC 204 04
5.CC 201 32 yang menjadi CC 204 05
6.CC 201 06 yang menjadi CC 204 06
kemudian pada Tahun 2005, Balai Yasa Pengok Yogyakarta mengabulkan permintaannya menjadi CC 204,dengan menjelma sebagai CC 204 07 pada kira-kira Bulan Agustusan-Septemberan Tahun 2005 keluar menjadi CC 204 bersama teman-temannya yaitu : CC 204 05 dan CC 204 06, sedangkan Kakak mereka sudah keluar terlebih yaitu : CC 204 01 pada tanggal 4 Juli 2003 lalu CC 204 02 pada tanggal 26 September 2003kemudian CC 204 03 pada tanggal 16 Oktober 2003 dan terakhir CC 204 04 yang keluar pada penghujung tahun 2003 yaitu pada Tanggal 30 Desember 2003, setelah CC 204 07 keluar dari Balai Yasa Pengok Yogyakarta, CC 204 07 langsung ditempatkan di Dipo Induk BD (Bandung) seperti teman-temannya CC 204 01 No Sekarang (CC 204 03 01),CC 204 02 No Sekarang (CC 204 03 02),CC 204 03 No Sekarang (CC 204 03 03),CC 204 04 No Sekarang (CC 204 03 04),CC 204 05 No Sekarang (CC 204 03 05),CC 204 06 No Sekarang (CC 204 03 06). Seperti biasa CC 204 07 kala itu akrab sekali dengan berdinas KA Argo Gede,Parahyangan,Mutiara Selatan,Lokal Cibatu,Lokal Bandung Raya dll, namun dulu CC 204 07 sangat langganan sekali dengan KA Sancaka baik Sancaka Pagi maupun Sore, karena suka mendinasi KA Sancaka dan KA-KA yang ada di lain Daop 2 serta kedatangan CC 204 Generasi 2, CC 204 07 didepak dari Dipo Induk BD (Bandung), kemudian mereka pun mengadu nasib menetap di Dipo JNG ada 3 Yaitu : CC 204 01,CC 204 02 dan CC 204 03 ada pula yang menetap di Dipo YK (Yogyakarta), namun CC 204 07 menyendiri alias menjomblo sebagai anggota Dipo SDT (Sidotopo). Dengan rela CC 204 07 menerima dinas apa saja sepeti Misalnya : KA Dhoho,Penataran,Mutiara Selatan,Bima,Logawa,Sritanjung,Mutiara Timur,Sancaka,Turangga dll. pada tahun sekitar 2014, CC 204 07 berganti Kostum menjadi Livery PT KAI Strip Oranye,Strip Merah dan Putih, namun CC 204 07 hanya berdinas seperti KA Penataran,Penataran Ekspress (Almarhum),Mutiara Timur,Pandanwangi,Probowangi,Sarangan Ekspress (Almarhum) dll. Pada Tahun 2016 Awal CC 204 mengalami PA kembali tetapi kali ini CC 204 07 bebas dari Teralis Besi atau Kacanya Dipolycarbonatkan, namun CC 204 07 belum mendapatkan CH (Chowchatcher) yang menyerupai Sekop seperti CC 206, namun baru sebentar PA, Dipo Induk YK (Yogyakarta) mengadakan pertukaran CC 203 dengan CC 204 Hidung Kotak, akhirnya CC 204 07 ditukar dengan CC 203 14, sehingga kini CC 204 07 dapat kembali berkumpul dengan teman-temannya CC 204 01,CC 204 02,CC 204 03,CC 204 04,CC 204 05 dan CC 204 06 di Dipo Yogyakarta sampai sekarang ini. Dan sekarang menjadi Loko Favorit saya setelah pindah dari SDT, ini adalah perjalanan panjang CC 204 07 dalam kembali berkumpul bersama teman-temannya, yeaayy Kisah berakhir dengan indah. Berikut ini adalah foto CC 204 07 (CC 204 03 07) YK ex SDT ketika berada di lintas
CC 203 01 (CC 203 95 01) YK Si Sulung CC 203 dan Jonesnya CC 203 yang ada di Dipo Yogyakarta menggandeng CC 204 07 (CC 204 03 07) YK masuk Dipo Yogyakarta melintas PJL 3A 3B
View Side CC 203 01 (CC 203 95 01) YK dan CC 204 07 (CC 204 03 07) YK ex SDT. Posisi CC 203 01 (CC 203 95 01) LH (Long Hood) dan CC 204 07 (CC 204 03 07) YK posisi SH (Short Hood)
Sumber Sejarah : Penghetahuan saya sendiri sebagian,Senior Railfans Indonesia sebagian dll
Sumber Foto : Milik Pribadi saya sendiri
Demikian artikel dari saya ini dipahami,dibaca dan diingat sebagai sejarah ya guyss, semoga bermanfaat dan berguna, apabila ada salah kata,kurang dan kekhilafan. Mohon dimaafkan, nantikan posting berikutnya dari saya, sekian dan terima kasih, Salam Semboyan Satoe.
Langganan:
Postingan (Atom)



























